Kontroversi Antara Gojek Dengan Ojek Pangkalan
Nama : M. Dimas Aditya Pamungkas
Kemacetan membuat keuntungan Gojek berkembang besar. Meski tarif yang tidak menentu, banyak masyarakat mengandalkan ojek sebagai transportasi sehari-hari.
Ojek konvesional adalah sebuah perkumpulan para tukang ojek. di ojek konvesional ini ada aturan-aturan yang tak tertulis berlaku seperti ada antrian. Sering kali terjadi keributan ketika ada tukang ojek dadakan yang merebut penumpang tanpa mau antri atau bergabung dengan pangkalan tersebut.
Tahun 2011, Gojek (Ojek Online) hadir di indonesia untuk mendorong perubahan sektor transportasi informal agar dapat beroperasi secara profesional. Manajemen Gojek menerapkan sistem bagi hasil dengan pengemudi ojek yang berada dibawah kepemilikannya.
Gojek menawarkan 4 jasa layanan yaitu instant Courier (pengantar barang), Transport (jasa angkutan), Shopping (belanja) dan Corporate (kerjasama perusahaan untuk jasa kurir) yang menekankan keunggulan dalam kecepatan, inovasi dan interaksi sosial. Para pengguna Gojek, harus mengunduh gojek Mobile App dari hp mereka, baru mereka bisa memesan layanan Gojek.
Namun dengan adanya ojek online banyak masyarakat memilih menggunakan ojek online.
- Tarif lebih terjangkau
- Tarif gojek ditentukan oleh aplikasi yang sudah diatur dari perusahaan ojek online tersebut yang tidak membuat rugi pengemudi dan pelanggan.
- Pelayanan yang profesional
- Selain menyediakan helm bagi pengendara dan penumpang (lengkap dengan masker), gojek juga melengkapi supir-supirnya dengan perangkat yang menunjang pemesanan dan aktivitas lainnya
- Diskon dan harga promosi
- Semua orang suka diskon, ini yang digunakan oleh Gojek untuk menarik masyarakat
- Tidak perlu ke pangkalan
- Aplikasi gojek memungkikan pengguna untuk memesan ojek tanpa harus ke pangkalan. Mereka bisa mendapatkan ojek dimanapun dan kapan pun.
Tak lama, akhir akhir ini masyarakat di hebohkan dengan adanya demo. ojek konvesional mengadakan demo di sekitar stasiun poncol Semarang, pengemudi ojek online yang ikut dengan perusahaan gojek untuk segera keluar dari perusahaan ojek online tersebut. Semakin lama semakin memanas, sehingga ada batasan untuk ojek online mengantar penumpang ke staisun poncol.
Lebih jauh bahkan di dalam realitas banyak Gojek yang menghadapi serangan secara fisik dengan penghadangan ketika memasuki wilayah tertentu. Disamping itu mulai bermunculan baliho-baliho berisik penolakan dimasukinya wilayah oleh Gojek. Terjadinya penentangan ojek konvesional ini berpontensi membuka konflik di antara mereka jika tidak dicegah dan dicarikan jalan keluarnya. Oleh karena itu pemerintah seharusnya tidaklah terlambat hadir menyelesaikannya.pemerintah dalam konteks ini dapat berperan sebagai penengah dan bertindak adil di antara yang berseteru ini dengan tujuan mencari solusi keseimbangan kepentingan antara pihak-pihak yang berbeda ini.
Nama : M. Dimas Aditya Pamungkas
NIM : 18410100010
Komentar
Posting Komentar